Pondok Cabe
+1500024
daryusman@ecampus.ut.ac.id

Gagal paham tentang wisata HALAL

Selamat datang di daryusman.staff.ut.ac.id

Gagal paham tentang wisata HALAL

Apa yang terlintas dalam benak anda dengan kata-kata HALAL, heemm..  mungkin anda akan berfikir wah ini islamisasi atau wah ini arabisasi, sehingga memunculkan alergi dan paranoid. Banyak sekali di kita yang berfikiran seperti itu mereka gagal paham tentang konsep apa itu Wisata Halal.  

Wisata Halal adalah… wisata yang menyediakan berbagai fasilitas dan kebutuhan bagi wisatawan muslim yang berkunjung ke tempat wisata dimana mayoritas penduduk setempat non muslim. Contoh: menyediakan makanan yang halal, tempat untuk ibadah seperti musholla, hotel atau penginapan yang bebas prostitusi dan alkohol, dan sebagainya, dimana masyarakat dan wisatawan non muslim tidak terganggu dan tanpa menghilangkan adat-istiadat setempat.

Saya sendiri sudah merasakannya, ketika di manado beli roti di toko saya ambil roti rasa coklat tapi begitu lihat disebelah ada roti babi maka otomatis roti tidak jadi saya beli, di kupang pun kalau makan harus cari restoran padang itu pun hanya berani makan ikan, di nias pun saya seperti itu, ketika makanan yang halal banyak hanya di gunungsitoli, ketika ke mandailing natal pun dari medan menggunakan travel, mobil travel hanya beristirahat di masjid dan daerah yang mayoritas muslim, padahal saya pengen istirahatnya itu di danau toba 🙂

Yang sangat amat saya sayangkan adalah justru negara-negara maju yang mayoritas non muslim mereka berlomba-lomba menyediakan wisata halal. Mereka tahu potensi wisata dari orang muslim itu cukup besar, dan mereka berlomba-lomba mengiklankan wisata mereka, karena mereka tahu bahwa wisata halal itu bukan sebuah ancaman tapi sebuah peluang besar untuk meningkatkan devisa dan perekonomian. Apalagi para wisatawan dari negara-negara arab yang berdompet tebal.

Sayang dan sangat disayangkan dinegara kita malah ada yang menolaknya, entah apa motivasinya atau mungkin sudah terjangkit virus islamphobia, yang pasti harusnya mereka mendapatkan devisa dari para wisatawan malah sedikit wisatawan yang datang. dan akhirnya banyak wisatawan muslim yang pindah destinasi wisatanya.

Contoh di jepang ada bento halal di Seven Eleven, di rusia pun banyak makan halal di kazan, di spanyol juga banyak wisata halal di cordova, atau silahkan cek di Tour Travel di manapun hampir semuanya menyediakan paket wisata halal.

Ada pesan yang sangat menarik 

Wisatawan bisa memilih destinasi wisata yang ingin dikunjunginya, tapi sebaliknya destinasi wisata tidak bisa memilih wisatawan yang mengunjunginya.

 

Salam damai.. no rasis & no sara. see u.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *