Pondok Cabe
+1500024
daryusman@ecampus.ut.ac.id

MLM kok gak jualan sembako..!?

Selamat datang di daryusman.staff.ut.ac.id

MLM kok gak jualan sembako..!?

Pernahkah terpikirkan mengapa bisnis MLM tak ada yg menjual bahan pokok semisal beras, tepung, gula, lombok, bawang? Atau barang elektronik: HP dan TV misalnya? Padahal yg namanya beras atau HP akan dicari oleh banyak konsumen selama harga jualnya kompetitif.

Jawabnya sederhana, karena mereka ingin menyembunyikan apa yg sebenarnya ingin dijual. Itulah satu ciri penting MLM, yakni memasarkan “intangible” product/quality. Disebut intangible atau “tak berwujud/terukur” karena konsumen tdk bisa dgn mudah menilai apa sebenarnya barang yg ditawarkan, dan yg terpenting konsumen tak bisa dgn mudah mengukur manfaat atau khasiatnya.

Contohnya? ya permen octane booster itu … siapa yg bisa memastikan bahwa yg dikemas itu bukan cuma kapur barus? Lalu, bagaimana konsumen bisa mengevaluasi kinerjanya? Tahukah konsumen bahwa kebanyakan kapur barus sekarang ini mengandung dichlorobenzene (bukan naphtalene)? Dimana zat ini menghasilkan sisa pembakaran zat asam (HCl) sehingga berpotensi menyebabkan korosi ruang bakar. Yg begini ini tak bisa dgn mudah diketahui orang (awam). Beda banget kalau yg dijual beras atau gula, dimana setiap orang tahu manfaat dan khasiatnya sebagai penangkal rasa lapar.

Produk2 MLM juga biasa dijual mengandalkan abab alias testimoni, bukan scientific evidence … barang2 semisal obat perangsang makan dan perangsang2 lainnya atau kosmetik menjadi barang favorit bisnis MLM. Ya itu tadi, karena efeknya beda untuk setiap orang ataupun tak bisa diukur dalam skala yg terkuantifikasi dgn baik.

Karena MLM pada dasarnya meraih keuntungan dari banyaknya anggota yg direkrut sebagai downline, bukan dari penjualan fisik barang tsb, maka kita tak akan menemukan hotline atau customer service yg bisa membantu keluhan terkait produk mereka. Jadi, kalau permen octane booster tadi dicemplungkan ke tangki bensin lalu faktanya mobil anda jadi mogok, maka jangan pernah berharap keluhan anda akan dilayani. Itulah ciri lain … tak ada quality assurance.

Dari penjelasan di atas, sangat jelas mengapa bisnis MLM itu haram, karena mengandung banyak unsur gharar atau ketidakpastian / tersembunyi … hampir tak ada bedanya dengan produk2 klenik yg ditawarkan mbah dukun: mengandalkan testimoni, tak jelas kualitasnya dan menyasar konsumen yg bodoh (males mikir). Itu sebabnya bisnis MLM bakal laris di negeri yg banyak dukunnya, seperti di negara api khatulistiwa.

Semoga mencerahkan … no riba, go berkah, stop mlm!

sumber: https://www.facebook.com/KP.Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *